Kotamara, Alun-Alun Tempat Wisata Andalan Masyarakat Kota Baubau

Patung Oputa Yi Koo di kawasan Kotamara Kota Baubau dengan latar perairan Teluk Baubau.

Kawasan Kotamara di Kota Baubau ini menjadi tempat favorit masyarakat untuk menikmati suasana pesisir dan angin laut. (Foto: MianaIde)

Kawasan Kotamara yang terletak di Kelurahan Nganganaumala, Kecamatan Batupoaro Kota Baubau yang kini menjadi tempat favorit bagi masyarakat Kota Baubau dan sekitarnya. Daerah ini selain letaknya yang sangat mudah dijangkau dan juga strategi untuk melepaskan rasa penat di akhir pekan.

Pada pagi hari, para pengunjung biasanya melakukan aktivitas olahraga, terutama jogging dan CFD, maupun sekadar menikmati sejuknya angin laut. Nah sementara itu, pada sore hari, pengunjung biasanya menikmati keindahan sunset sembari mencicipi kuliner yang banyak dijajakan di kawasan tersebut. Para pedagang biasanya mulai menyediakan dagangannya di pinggir jalan pada sore hari. Menikmati gorengan dan menyantapi kulineran sambil ngopi menjadi salah satu aktivitas yang cukup sering dilakukan masyarakat ketika berkunjung di Kotamara.

Nah, bagi sebagian Masyarakat Kota Baubau dan Buton, mungkin belum tau apa arti nama Kotamara itu sendiri?

Nama Kotamara ini berkaitan dengan kota Muara. Dalam bahasa Wolio, kota ini yang berarti Benteng. Sesuai dengan letaknya di kawasan Muara Sungai Baubau. Dahulunya, kawasan ini juga dikenal sebagai salah satu pelabuhan nelayan kesultanan Buton.

Kotamara yang kita kenal sekarang merupakan eks kawasan reklamasi pantai yang membentang di sepanjang garis pantai antara Kelurahan Nganganaumala hingga ke Kelurahan Wameo, dan mulai dibangun pada tahun 2010.


Patung Oputa Yi Koo yang berdiri di kawasan Kotamara Kota Baubau, Sulawesi Tenggara

Patung Oputa Yi Koo yang berdiri di kawasan Kotamara menjadi salah satu ikon yang dapat dijumpai pengunjung saat menikmati suasana pesisir Kota Baubau. (Foto: MianaIde)

Oh iya, di bagian bundaran kawasan kotamara terdapat patung Pahlawan Oputa Yi Koo yang bergelar Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi. Beliau merupakan pahlawan Nasional asal Sultra sekaligus beliau adalah seorang Sultan Buton ke-20 dan 23.

Oputa Yi Koo juga dikenal dengan julukan La Karambau karena beliau memiliki badan yang besar dan tinggi. Oputa Yi Koo dikenal sebagai sosok yang melakukan perlawanan terhadap Belanda dan memilih bergerilya di Wilayah Buton.

“Kotamara sudah menjadi salah satu tempat yang sering saya kunjungi pada setiap hari Minggu. Selain melakukan aktivitas joging atau jalan pagi, sekalian menikmati pemandangan laut sambil menyantap bubur ayam atau mie ayam dan selalu beli pentolan yang harga seribuan,” ujar Founder MianaIde pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Khusus akhir pekan ini memang lebih ramai, terutama CFD. Sebab masyarakat dapat menikmati jalan santai sekalian singgah ke Pasar Tradisional Wameo.

Nah, apabila ada teman-teman yang ingin menikmati aktivitas olahraga, terutama bagi pengunjung dari luar Kota Baubau yang masih bingung mencari tempat untuk bersantai, silakan mengunjungi kawasan Kotamara ini.

Sembari menikmati suasana, kalian juga bisa melihat kapal Pelni yang melintas dan melambaikan tangan kepada penumpang Pelni dari kejauhan. Ayo ke Kotamara! (MianaIde).